Dengan jujur Tamarine Tanasugarn mengakui kesalahannya kepada wasit pertandingan di saat dia mempunyai match point dan akhirnya dia harus kalah di pertandingan babak kualifikasi melawan petenis Rusia Alla Kudryavtseva pada turnamen WTA Aegon Classic di Birmingham yang berhadiah 225.000 US$ tersebut.
Saat itu kedudukan 6-4 40-30 untuk keunggulan Tamarine, kemudian di point selanjutnya, wasit pertandingan menyatakan Tamarine memenangi laga tersebut setelah Kudryavtseva gagal mengembalikan bola. Namun petenis Thailand tersebut secara tidak sengaja berteriak 'Come on!!' saat pertandingan masih berjalan, yang menganggu Kudrayvtseva dan akhirnya membutnya gagal mengembalikan bola. Kudryavtseva dengan segera mendatangi wasit dan memprotes hal tersebut.
Menurut peraturan ITF, seorang pemain dilarang untuk bereaksi/merayakan point sebelum rally benar-benar berakhir. Tammy, sapaan akrab Tamarine, kemudian ditanya oleh sang wasit apakah benar dia meneriakkan kata tersebut, dan secara jujur Tamarine mengakui hal tersebut. Pertandingan dilanjutkan dan petenis Rusia tersebut terus mendominasi permainan sebelum akhirnya menang 4-6 7-5 6-3 atas Tamarine.
"Saya berteriak dengan tidak sengaja. Situasinya sangat menegangkan pada waktu tersebut. Setelah momen tersebut, Alla bermain dengan sangat baik. Sebagai seorang atlit, saya sedih saat kalah dalam pertandingan tapi saya bahagia bahwa saya bisa tetap menjadi diri saya sendiri. Hal tersebut (mengakui kesalahan) adalah hal yang benar dan harus kita lakukan."
Tindakan Tammy tersebut mendapat pujian dari para fans dan para petenis, termasuk Kudryavtseva sedniri, yang menulis di Twitternya: "Tammy adalah orang paling jujur yang pernah saya kenal...Tak ada orang lain yang akan melakukan hal tersebut...Saya harap suatu saat nanti saya mendapat kesempatan untuk melakukan hal (kebaikan) yang sama."


0 comments:
Post a Comment